Support: 0414 681 837

Write to us

Cultivate

Cultivate

--verb (used with object), cul·ti·vat·ed, cul·ti·vat·ing.

· to prepare and work on (land) in order to raise crops; till.
· to use a cultivator on.
· to promote or improve the growth of (a plant, crop, etc.) by labor and attention.
· to produce by culture: to cultivate a strain of bacteria.
· to develop or improve by education or training; train; refine: to cultivate a singing voice.
· to promote the growth or development of (an art, science, etc.); foster.
· to devote oneself to (an art, science, etc.).
· to seek to promote or foster (friendship, love, etc.).
· to seek the acquaintance or friendship of (a person).

Conclusion of all, cultivate is to bring about the best of the land (or something).

Kejadian 2:15

TUHAN Allah mengambil manusia itu dan menempatkannya dalam taman Eden untuk mengusahakan dan memelihara taman itu.

Tanggungjawab pertama yang diberikan Bapa pada manusia adalah mengusahakan dan memelihara taman.

Kata mengusahakan punya pengertian membajak tanah sehingga dapat menerima benih dan membuat benih tersebut bertumbuh serta mengeluarkan buah yang terbaik untuk dinikmati.

Beberapa prinsip yang perlu kita ketahui dalam ayat ini adalah:

Prinsip membangun kehidupan yang tertib.

Ayat ini di mulaiTUHAN Allah mengambil manusia itu dan menempatkannya dalam taman Eden untuk mengusahakan dan memelihara taman itu dengan pernyataan; Tuhan Allah mengambil dan menempatkan manusia ke dalam Taman Eden.

Kata mengambil dan menempatkan menunjukkan bahwa Tuhan punya tujuan yang telah lama ada dalam benakNya dan tujuanNya pasti, positif dan progresif. Ini menunjukkan bahwa Tuhan kita itu tertib dalam tujuan dan pencapaian-Nya.

Taman Eden menunjuk pada hadirat Allah yang tertib dan tertata dengan baik.

Eden artinya dalam Bahasa Ibrani adalah the spot of the presence (spot/titik hadirat Allah).

Tentu pertanyaannya adalah mengapa Taman dan bukan Hutan? Sekalipun kedua-duanya berisi tanaman dan tumbuhan atau pepohonan yang berbuah namun tentu keduanya berbeda. Taman selalu diatur, teratur, dijaga, dirawat dan dipelihara oleh orang yang bertanggungjawab atas taman itu. Sedangkan hutan itu begitu bebas, liar dan bertumbuh begitu saja.

Ingatlah bahwa Tuhan yang mengambil manusia dari tempat diciptakan dan menempatkan nya dalam Taman Eden. Ini menunjukkan bahwa sejak awal manusia dikehendaki Tuhan untuk hidup dalam ketertiban hadiratNya. Dengan kata lain daerah tanggung yang pertama adalah "berada" dalam hadiratNya. Karena hadirat Tuhan adalah atmosphere dari "hidup Allah" yang ditaruh di dalam manusia.

Prinsip Investasi kehidupan untuk menyatakan kehidupan Tuhan dalam kita.

Di dalam taman inilah Tuhan menghendaki manusia memanifestasikan kehidupan Tuhan yang ada dalam dirinya. Disinilah manusia harus menginvestasikan sesuatu yang berasal dari dalam dirinya untuk mulai menjalankan kehendak Tuhan seperti memberi nama pada binatang. Berinvestasi adalah kehendak Tuhan untuk manusia supaya semua potensi yang ada dalam manusia dapat dikeluarkan dan dinikmati. Dengan membangun mentalitas berinvestasi inilah manusia akan mempeluas kapasitas hidup Ilahi yang ada dalam dirinya tapi juga akan menjadikan gaya hidup berbagi yang telah ada dalam kekekalan dalam gaya hidup Trimitas dapat dinyatakan di atas bumi ini. Setiap kali kita mengeluarkan sesuatu dari dalam untuk berinvestasi maka semua potensi kita akan menjadi abilitas kita dalam melakukan kehendak Tuhan. Kalau abilitas kita terus diasah maka kita akan menjadi orang orang yang skillful dalam melaksanakan tugas dan tanggung jawab kita.

Cultivate adalah ide Tuhan untuk setiap manusia terus membajak dari dalam dirinya untuk mengeluarkan hasil-hasil yang pasti, positif dan progresif untuk kepentingan kerajaan Allah. Supaya lewat kita manusia Tuhan dapat menyatakan pemerintahan kerajaan Allah di atas bumi ini.